Kebun Teh Wonosari,replika Wisata Puncak di Malang

Perkebunan teh menjadi salah satu favorit alternatif bagi anda wisatawan yang mulai bosan dengan suasana pantai dan gunung,mungkin kebun teh ini dapat menjadi alternatif bagi anda. Orang banyak bilang, kalau orang jawa timur hanya perlu pergi ke kebun teh Wonosari untuk merasakan sensasi Wisata Puncak di Bogor. Lokasi yang terlatak di Gunung Arjuno ini menjadi titik pembatas Malang dengan Surabaya, untuk dapat kekebun ini hanya berjarak 6 km membutuhkan waktu 25 menit bila sewa mobil di Malang perjalanan dari kota lawang namun bila dari Kota Malang menempuh jarak 30 km untuk sampai Kebun Teh Wonosari ini.

Kebun Teh Wonosari sudah ada mulai zaman kolonial Belanda, dan menjadi kebun teh pertama yang ada di Jawa Timur yang berada dibawah perusahaan Belanda bernama NV. Cultur Maathappy. Sempat pada masa jajahan Jepang, kebun ini ditanami dengan makanan pokok seperti singkong,ubi,kentang dan umbi-umbian lainnya demi misi swasembada pangan. Setelah indonesia merdeka kebun ini dikelola langsung oleh PT.Perkebunan Nusantara XII semenjak di pegang oleh PT.Perkebunan Nusantara XII Kebun Wonasari fokus pada teh yang menghasil dengan merk Teh Rolas. yang didistribusikan dengan mobil pickup yang sewa mobil Malang ke seluruh kota di Indonesia.

Selain pemandangan kebun teh, Kebun teh Wonosari juga menwarkan berbagai fasilitas lainnya, seperti Meliaht proses pengolahan daun teh hingga siap konsumsi, ada juga fasilitas sarana olahraga bagi anda yang ingin jooging terutama dengan track pemandangan kebun teh mungkin ini menjadi hal yang mnarik bagi anda,ada pula olahraga lainnya seperti Flying fox,Wall Climb dan Paint Ball yang tidak kalah seru. Fasilitas lainnya yang bisa anda nikmati adalah fasilitas ruang meeting dan sarana camping bagi mahasiswa dari universitas.dan wisata edukasi bagi sekolah yang datang dengan mobil yang sewa mobil di Malang. dan berbagai macam kegiatan lainnya. Bagi anda yang ingin mengunjungi Kebun Teh Wonosari dengan rombongan terdapat berbagai 5 paket yang bisa anda pilih dari harga Rp.38.000,- hingga Rp.90.000,- .

Hati-hati, Ini Kesalahan Orang tua Saat Membawa Bayi Naik Pesawat!

Bagi orang tua yang baru pertama kali naik pesawat bersama sang buah hati, naik pesawat adalah tantangan tersendiri. Pasalnya banyak kekhawatiran yang menyelimuti, mulai dari takut sang buah hati rewel, sulit tidur, hingga perasaan cemas, khawatir lainnya.

Nah, bagi kamu para orang tua yang baru pertama kali naik pesawat terbang bersama sang buah hati. Ketahuilah kesalahan-kesalahan berikut ini yang sering dilakukan orang tua saat membawa bayi naik pesawat, sehingga kesalahan tersebut bisa kamu hindari sedini mungkin.

 

  1. Memaksa anak tidur

Jika anak tidak bisa tidur sepanjang perjalanan, sebaiknya kamu tidak perlu memaksa dia tidur. Ruang sempit dan situasi pesawat yang tidak nyaman pastinya akan sulit membuat anak tertidur.

Agar anak bisa tetap tenang, kamu bisa menyiapkan selimut, mainan, serta barang kesayangannya yang akan membantu anak untuk tetap tenang selama di pesawat.

Kamu juga bisa berjalan-jalan sejenak di kabin pesawat terbang sejenak di kabin pesawat.

 

  1. Tidak mengetahui aturan mengenai membawa ASI perah

Membawa ASI perah menjadi salah satu pilihan yang tepat saat membaca bayi naik pesawat terbang. Berdasarkan peraturan penerbangan nasional, kamu bisa membawa ASI perah di dalam kotak berukuran 30 – 40 cm dan diperbolehkan membawa ASI perah sebanyak 1 liter.

Namun, Anda kamu memerhatikan keamanan wadah yang digunakan. Wadah harus tersegel baik dan dipastikan tak akan tumpah. Jika melakukan perjalanan jauh, kamu juga bisa menitipkan ASI perah ke dalam lemari pendingin pesawat.

 

  1. Salah memilih jadwal Keberangkatan

Nah, ini dia salah satu kesalahan yang paling sering dilakukan para orang tua, karena selama ini hampir sebagian besar para orang tua hanya mempertimbangkan harga saat memilih jadwal perjalanan.

Namun, saat traveling dengan sang anak, sebaiknya pertimbangkanlah jam tidur anak. Usahakan waktu penerbangan disamakan dengan jam tidur siang dan malam bayi.

Hal ini akan membantu anak untuk cepat terlelap di dalam pesawat. Selain itu, gunakan pakaian yang nyaman atau mungkin pakaian tidur. Nyatanya dengan melakukan hal ini, itu bisa memberikan stimulus pada anak untuk terlelap di pesawat.

 

  1. Tidak meminta bantuan pramugari untuk keselamatan bayi

Sebaiknya kamu tidak perlu sungkan untuk bertanya perihal keselamatan bayi saat di pesawat terbang, seperti saat memasang sabuk pengaman.Pasalnya memangku bayi bukan berari kamu akan aman selama di pesawat terbang lho. Kamu bisa meminta penjelasan pramugari mengenai saat-saat darurat jika membawa bayi dalam pesawat.

 

Peraturan membawa bayi

Tentunya, alangkah baiknya kamu tidak hanya mengetahui kesalahan-kesalahan yang biasa dilakukan orang tua saat naik pesawat terbang bersama sang buah hati.

Kamu juga harus mengetahui peraturan-peraturan dari berbagai maskapai penerbangan tentang membawa bayi di pesawat terbang, yang dilansir dari situs beli tiket pesawat dan booking hotel paling murah, Reservasi.com:

Peraturan Bayi Naik Pesawat Garuda Indonesia

  • Bayi berusia di bawah 2 tahun (24 bulan) saat penerbangan.
  • Bayi berusia di bawah 7 hari setelah dilahirkan tidak direkomendasikan untuk melakukan perjalanan menggunakan pesawat terbang Garuda Indonesia. Tapi untuk bayi yang prematur, bayi tersebut bisa terbang dengan melengkapi Medical Information (MEDIF) dan laporkan kondisi tersebut pada petugas darat.
  • Bayi harus disertai dengan seorang pendamping dewasa yang memangku bayi tersebut.
  • Pendamping tentunya harus naik pesawat terbang di kelas yang sama, dan tujuan yang sama dengan bayi.
  • Satu bayi wajib didampingi oleh satu penumpang dewasa yang mengambil tanggung jawab penuh atas bayi.
  • Bagi kamu yang membawa bayi, kamu bisa meminta fasilitas Baby Basinet yang disediakan oleh Garuda di dalam pesawat (selama masih tersedia), namun pada saat lepas landas, mendarat dan kondisi turbulensi, bayi wajib dipangku.
  • Awak kabin akan membantu penggunaan sabuk pengaman khusus bagi bayi. Selain itu juga disediakan pelampung khusus bagi bayi yang akan dikumpulkan kembali setelah mendarat. Pelampang ini hanya digunakan pada saat kondisi darurat.
  • Tarif bayi adalah 20% dari tarif dewasa.
  • Penumpang bayi mendapat bagasi gratis 10 kg.
  • Tidak diperbolehkan membawa stroller di kabin.

Peraturan Bayi Naik Pesawat Sriwijaya Air Dan NAM Air

  • Bayi berusia 0-23 bulan pada saat penerbangan.
  • Lingkar pinggang bayi tidak boleh melebihi 40 cm dan kepala bayi tidak lebih tinggi dari hidung bawah pemangku.
  • Tarif bayi untuk pesawat Sriwijaya Air dan Nam Air adalah 10% dari tarif dewasa.
  • Tidak ada bagasi untuk bayi.

Peraturan Bayi Naik pesawat Lion Grup Seperti Lion Air, Malindo, Batik Air, Dan Wings Air

  • Maskapai Lion Air berhak tidak memberikan izin bagi bayi yang umurnya kurang dari 2 (dua) hari.
  • Bayi berumur antara 3 (tiga) hingga 7 (tujuh) hari harus memiliki Surat Keterangan Medis yang terbit setidaknya 72 jam sebelum jam keberangkatan. Dalam keterangan medis yang dikeluarkan dokter resmi tersebut harus memberikan informasi bahwa bayi dalam keadaan sehat untuk perjalanan udara.
  • Lion Air Grup mewajibkan orang tua bayi untuk menandatangani Formulir Ganti Rugi yang membebaskan maskapai dari pertanggungjawaban sekiranya terjadi apa-apa dengan bayi selama penerbangan.
  • Harga tiket Untuk Bayi 20% dari tarif dewasa.
  • Tidak ada bagasi untuk bayi.

**

Nah, untuk kamu yang ingin beli tiket pesawat dan booking hotel paling murah, bisa dapatkan di Reservasi.com ya. Apalagi bagi kamu yang ingin reservasi hotel Yogyakarta. Di Reservasi.com sedang ada promo hingga Rp1 Juta lho.

Kenapa sih harus beli tiket pesawat dan booking hotel paling murah, terlebih reservasi hotel Yogyakarta dan kota-kota besar lainnya di Indonesia? Selain harganya yang super terjangkau, Reservasi.com juga menawarkan jaminan harga terbaik dibandingkan online travel agent yang lainnya.

Beli tiket pesawat dan booking hotel paling murah hotel pun mudah, kamu cukup pesan melalui situs resminya di www.reservasi.com atau aplikasi berbasis Android dan iOS, lalu cukup bayar melalui transfer bank atau kartu kredit.

Jadi tunggu apa lagi? Lagi pula jika reservasi hotel Yogyakarta atau kota lainnya di Reservasi.com, selalu ada promo hingga Rp1 Juta lho.

 

Kuliner dan Wisata Bandung

Selain terkenal dengan tempat wisatanya yang beragam dan tempat-tempat belanja yang menawarkan berbagai produk khas, kota Bandung ternyata memiliki kekayaan kuliner yang luar biasa, sehingga kekayaan kuliner yang mereka miliki ini dapat menjadi daya tarik tersendiri atau bahkan dapat menjadi magnet wisata bandung tersendiri. Ada beragam kuliner khas kota kembang ini mulai dari makanan rakyat hingga makanan-makanan adaptasi turunan zaman Belanda dahulu yang masih bisa anda temui dan nikmati ketika berkunjung ke kota ini.

Dari sekian banyak kuliner khas yang ada di Bandung, mungkin beberapa makanan di bawah ini mampu menjadi pendongkrak wisata Bandung ketika sedang lesu, makanan-makanan yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  1. Surabi atau Serabi
    Makanan yang terbuat dari tepung ini sekilas mirip dengan pancake, yang menjadi perbedaan adalah adonan serabi lebih tebal serta dibakar di atas tungku dari tanah liat. Meskipun belakangan ini telah banyak inovasi toping dari serabi, namun tampaknya serabi original masih menjadi primadona yang dicari banyak pecinta kuliner dari berbagai daerah
  2. Pisang Cokelat
    Pada dasarnya pisang ini merupakan pisang yang digoreng, namun ditambahkan cokelat bersama nya sehingga anda akan mendapat sensasi lumuran cokelat ketika memakan makanan yang satu ini, selain itu sebelum digoreng pisang dan cokelat tadi dibungkus ke dalam kulit lumpia yang semakin membuat makanan yang satu ini gurih dan krispi ketika dimakan.
  3. Cimol
    Makanan yang satu ini terbuat dari tepung kanji atau yang lebih dikenal dengan nama aci, kemudian dibentuk bulat-bulat maupun bentuk lain sesuai selera. Teksturnya yang kenyal serta rasanya yang gurih membuat pecinta makanan yang satu ini tidak terbatas usia tertentu saja melainkan hampir disukai oleh berbagai usia.

Dengan banyaknya kuliner-kuliner asli Bandung maka bukan tidak mungkin kekayaan kuliner yang ada justru mejadi tujuan wisata Bandung yang baru bagi para pecinta kuliner negeri ini, pemerintah kota Bandung dituntut untuk lebih peka akan hal ini dan ikut serta mendorong kemajuannya supaya momen ini dapat dimanfaatkan untuk mendorong kesejahteraan warga Bandung pada khususnya.

Stasiun Punya Cerita di Tiap Sudutnya. Pertemuan Hingga Perpisahan, dari Senyuman hingga Tangisan…

Sebuah tempat yang familiar didengar atau didatangi oleh hampir semua orang. Sebagai tempat pemberhentian puluhan gerbong kereta api yang akan dinaiki oleh para pejuang hidup dan masa depan, stasiun memang penting adanya. Gedungnya yang kebanyakan masih kokoh dengan desain lawasnya, menyimpan banyak cerita di tiap sudutnya.

Ketika baru masuk menuju gedung bercat putih abu-abu ini, banyak hal yang kamu pikirkan sebelum benar-benar melewati pintu masuk. Apakah kamu akan benar-benar harus pergi meninggalkan zona ternyamanmu beserta segala isinya, atau menantikan saat berharga ini untuk kembali pulang?

Melirik ke arah loket, perjuangan antri beli tiket pun kembali teringat. Berdesakan demi berlibur sama teman

Yah, berjuang diantara antrian itu

Yah, berjuang diantara antrian itu via m.tempo.co

Ketika berburu tiket tidak semudah sekarang, salah satu opsi paling masuk akal agar tiket segera ditangan adalah mengantri di loket stasiun. Apalagi ketika ada informasi tiket murah, wah tak sabarlah kamu dan teman-temanmu buat merencanakan liburan singkat di kota atau provinsi sebelah. Sabar adalah kunci ketika harus berdesakan sampai keringetan demi satu dua lembar tiket berharga ini.

Ya, ketika melewati spot ini sesaat sebelum masuk ruang tunggu, ingatan ini secara otomatis kembali. Menahan tawa dan membendung rindu pengalaman seru itu. Ah, senangnya. Kamu pun berharap bisa mengulang proses pelik sebelum liburan ini.

Suara khas pertanda kereta api tiba dan akan berangkat. Bersiap untuk naik dan turun kah kamu?

Tung tung tung tung~

Tung tung tung tung~ via nufusion.co

“Tung tung tung tung…..”
Kereta Sancaka tujuan Surabaya sudah tiba di jalur 3. Kereta akan berangkat pada pukul 6.45. Penumpang harap mempersiapkan diri.”

Mendengar suara familiar yang selalu terngiang saat berada di stasiun ini adalah sebuah pertanda bahwa kereta yang akan kamu naiki sudah siap. Apakah harapan untuk segera tiba ke rumah atau kembali ke tempat perjuanganmu bisa segera kamu rengkuh? Ketika suara ini masih bisa kamu dengar, tenang, kereta yang akan kamu naiki belum melaju. Bahkan ketika kamu mendengar suara ini lagi di stasiun tujuan, kamu bisa berlega hati. Tenang, kamu tempat yang kamu rindukan benar-benar bisa kamu injak tanahnya.

Kamu diharuskan untuk pergi. Sedih yang kental ketika melihat keluarga dan sahabat lambaikan tangan melepasmu pergi

:(

 via www.hercampus.com

Kali pertama harus meninggalkan kota kesayangan tempatmu tumbuh, berat rasanya. Terlebih lagi ketika keluarga dan sahabat dekat melepas kepergianmu, dan bersama-sama menemanimu hingga pintu batas pengantar. Melihat ragam emosi yang terlihat jelas hingga yang sengaja ditutupi, tetap membuatmu sedih.

Melihat mereka melambaikan tangan saat kamu berjalan menjauh, tak dipungkiri air mata yang sudah membendung di pelupuk mata kamu tahan sekuat tenaga agar tidak tumpah. Entah mengapa, stasiun tersebut bisa menduakalilipatkan emosi yang campur aduk. Rasa sedih ketika meninggalkan dan ditinggalkan. Penuh sihir, mungkin.

Terduduk di kursi tunggu, buatmu bertanya “Apakah aku bisa kembali ke sini lagi?”

Bisakah?

Bisakah? via www.flickr.com

Setelah dirasa cukup untuk menguatkan diri agar air mata tak pecah, kamu pun berjalan perlahan. Mencari spot sebuah spot kursi kosong di ruang tunggu. Sembari menata barang bawaan di dekat kaki, akan ada sebuah pikiran yang terbesit.

“Kapan aku bisa kembali ke stasiun ini lagi. Tuk Pulang.”

Bertanya pada diri sendiri, menanti jawaban yang tak tau bisa beri kelegaan dan kepastian di benak. Sambil melihat orang-orang di dekatmu yang menanti kereta yang sama, kamu pun menata hati dan berdoa dalam hati agar bisa pulang lagi. Secepatnya.

Kaki tak sabar ingin segera masuk ke stasiun, ketika waktu untuk pulang tiba. Terasa ringan dengan euforia kencang

Lari!

Lari! via unsplash.com

Pergi untuk kembali. Setelah beberapa waktu, akhirnya kamu bisa kembali ke kota yang kamu rindu-rindukan. Langkah kaki tak sabar dan makin kamu percepat, agar cepat sampai ke stasiun pemberangkatan. Sambil menahan euforia senang, kamu nggak segan buat lari-lari sambil menggengam tiket. Ah, sudah nggak sabar untuk disambut suara khas stasiun yang memberitahukan bahwa kamu sudah tiba di stasiun tujuan. Begini ya rasanya kembali pulang. Rumah ternyaman sudah menanti.

Walau wajah lelah, tetap berjalan cepat menuju ke pintu keluar. Kembali disambut oleh orang tersayangmu dengan senyum lega dan bahagia

Siapa yang menanti di balik tembok ini?

Siapa yang menanti di balik tembok ini? via visitingmaykasahara.wordpress.com

Setelah beberapa jam duduk di kereta dengan serangan AC yang cukup dingin, tak bisa dipungkiri kalau lelah yang kamu rasa. Kereta sudah benar-benar berhenti di tempat yang kamu rindukan. Disambut dengan udara yang khas, sukses buatmu riang. Tanpa buang banyak waktu, kamu berjalan cepat melewati penumpang lainnya. Seperti dikejar maling, kamu bergerak cepat. Tak sabar melihat orang yang kamu sayangi menunggu dengan sabar dan tenang di pintu keluar. Merekalah yang buat kamu terburu-buru. Tak sabar melihat kembali senyuman dan merasakan hangat pelukan mereka, lagi.

Lempuyangan, salah satu stasiun yang jadi saksi suka duka untuk pulang ke rumah dan kembali ke tempat juang

Lempuyangan punya cerita

Lempuyangan punya cerita via 123dokumentasi-dokumentasi.blogspot.co.id

Setiap orang menyimpan sebagian kecil kenangannya di stasiun. Salah satunya yang menjadi saksi campur aduk emosi ketika pergi dan kembali adalah stasiun Lempuyangan, Yogyakarta. Suasana di sana yang tak pernah sepi dari hiruk pikuk mobilisasi orang-orang, punya caranya sendiri untuk bikin baper. Jalur pemberangkatan kereta berfasilitas ekonomi, buat tempat ini jadi tempat favorit banyak orang dan mahasiswa.

Sebagai titik pertemuan, penantian, hingga perpisahan stasiun punya cerita di setiap sudutnya. Suasananya yang mendukung untuk menata hati untuk pergi dan kembali. Stasiun mana yang menyimpan kenanganmu, guys?

Sumber: http://www.hipwee.com/travel/stasiun-punya-cerita-di-tiap-sudutnya-pertemuan-hingga-perpisahan-untuk-pulang-dan-kembali-pergi/

Parade Foto Selebrasi Para Pendaki yang Unik dan Kreatif di Puncak Gunung. Mana Favoritmu?

Mendaki gunung saat ini memang telah menjadi hal lumrah bagi siapa saja, tak terkecuali para pemuda-pemudi dengan segudang semangat juang yang cukup tinggi. Dari mulai melakukan persiapan mental, fisik, dan logistik, hingga perjuangan melewati berbagai aral selama pendakian, jelas nggak mengurangi semangat para pendaki.

Dari semangat juang inilah, Hipwee Travel menemukan sebuah fenomena unik para pendaki ini ketika telah mencapai puncak. Bahkan, ada yang belum sampai puncak, mereka sudah melakukan hal-hal unik tersebut. Waduh, apaan tuh? Ya, sebuah foto ‘selebrasi’ atau perayaan atas pencapaian mereka sesampainya di puncak gunung. Tapi bukan sekadar foto selebrasi biasa dengan pose nyeleneh. Kali ini foto selebrasi mereka lebih kreatif, dengan kostum dan atribut yang mereka kenakan. Nah, inilah parade foto selebrasi para pendaki di gunung lengkap dengan kostumnya!

Diawali dengan selebrasi beberapa anak sekolah yang menjunjung tinggi rasa nasionalismenya pada NKRI. Hormaaaaat, grak!

Hormat, woy!

Hormat, woy! via www.instagram.com

Lah, cuma diliatin?? Heeem.

Mungkin kamu butuh pendidikan dasar lagi? Ayo, balik ke sekolah dasar!

Back to school~

Back to school~ via www.instagram.com

Nah, ‘kan! Nurut sama guru, makanya!

Ada pula pendaki yang mensyukuri pencapaiannya ini dengan kembali mengingat Sang Pemilik Semesta

Allahuakbar!

Allahuakbar! via lowcosttraveler.wordpress.com

#respect

Dengan tetap mensyukuri karunia Yang Kuasa, ada pula pendaki yang merayakannya dengan berubah jadi Power Ranger Merah!

Salute, Komandan!

Ranger itu merah, Komandan! via www.instagram.com

Waduh, pembela kebenaran nih.

Mungkin ade-ade ini penggemar berat Ranger Merah. Ini belum sampai puncak loh, De~

Belum sampai puncak loh, De~

Belum sampai puncak loh, De~ via www.instagram.com

Mungkin mereka nge-fans sama Ranger Merah. :))

Masih dari pendaki wanita. Apakah selebrasi ini ingin membuktikan bahwa wanita juga bisa melakukan kegiatan outdoor? Wanita punya selera!

Selamat hari Kartini, Teh.

Selamat hari Kartini, Teh. via www.instagram.com

Si Teteh, perkasa juga, ya.

Meskipun pendaki wanita terlihat perkasa, mereka tetap wanita. Yang selalu punya sisi unik nan lucu. Selebrasi ini contohnya

How?

Lucu! via www.instagram.com

Sisi lain wanita yang selalu ngangenin. Tingkahnya yang lucu dan aneh. Selebrasi ini mewakili. 

Bersyukur atas kelulusanmu dalam meraih gelar sarjana dengan teman-teman di kafe? Biasa. Ini nih, baru gokil!

Selamat, ya!

Selamat, ya! via www.instagram.com

Semangat ya, nyari kerjanya! 

Setelah lulus kuliah, teruslah berdoa agar dapat pekerjaan. Setelah dapat pekerjaan, teruslah bersyukur, kayak pendaki satu ini

Selamat datang di...gunung Andhong~

Selamat datang di…gunung Sumbing~ via www.instagram.com

Ada yang bisa dibantu? #respect

Mungkin terlalu meriah merayakan pencapaian di puncak dengan teman dan pacar. Contohlah pose pendaki ini, khusus kamu yang jomblo! :p

Romantis!

Romantis! via www.instagram.com

Selebrasi paling epik!

Kalau pacar pun kamu belum nggak ada, ajaklah sahabatmu buat selebrasi di puncak gunung. Seperti mereka ini. :p

Close enough.

Close enough. via www.instagram.com

Yang penting akur, Bro! Ya, akur. :p

Harapan semua pendaki: merayakan pencapaian puncak dengan pasangan halal yang selalu didambakan. Iri nggak lu?

Ini kalau udah nikah.

Ini kalau udah nikah. via www.instagram.com

Imbauannya, merayakan foto seperti ini ketika kamu sudah menikah, ya. Biar enak dipandang. :p

Sebenarnya, apapun pose fotomu dalam selebrasi pencapaian di puncak gunung, bukanlah akhir dari perjuanganmu. Ketika kamu kembali ke rumah, bertemu dengan keluargamu, tidur di kasur kamar yang nyaman, membaca buku kesukaan, dan menyesap kopi atau teh ternikmat, itu adalah perjuangan. Ya, kembali ke rumah setelah berhasil mencapai puncak gunung adalah perjuangan yang sesungguhnya. Get it?

Sumber: http://www.hipwee.com/travel/parade-foto-selebrasi-para-pendaki-yang-unik-dan-kreatif-di-puncak-gunung-mana-favoritmu/